BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Pondok pesantren merupakan salah satu
lembaga non formal yang tersebar di Indonesia. Dimana pondok pesantren lahir
ditengah-tengah masyarakat . Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas yang
berbeeda-beda tergantung dari bagaimana pemimpinnya dan mitode sepeerti apa
yang diharapkan yang akan diterapkan di pondok pesantren tersebut.
Seiring dengan perkembangan zaman, tidak
sedikit pesantren yang mencoba untuk menyesuaikan dan bersedia menerima akan
suatu perbahan, namun tidak sedikit pula pesantren yang memiliki sikap penutup
dari segala-segala perubahan dan pengaruh perkembangan zaman dan cenderung
mempertahakan apa yang telah menjadi keyakinan.
Untuk itu disini akan menjelaskan hal-hal
yang berbaur dengan kurikulum yang berada di pesantren. Karena kurikulum yang
ada di pondok pesantren merupakan
kurikulum yang dirancang sendiri oleh ketua lembaganya, baik itu kiai
atau ketua pondoknya. Dari sini kita bisa mengetahui bagaimana proses
perancangan untuk membuat kegiatan-kegiatan, baik itu dalam proses pembelajaran
atau berupa praktek yang ada di pondok pesantren.
- Rumusan Masalah
- Apa pengertian Manajemen Kurikulum Pesantren?
- Apa ruang lingkup Manajemen Kurikulum Pesantren?
- Apa saja fungsi Manajemen Kurikulum Pesantren?
- Bagaimana Implementasi Manajemen Kurikulum Pesantren?
- Tujuan penulisan
- Untuk mengetahui pengertian Manajemen Kurikulum Pesantren.
- Agar bisa memahami ruang lingkup Manajemen Kurikulum Pesantren
- Untuk mengetahui fungsi Manajemen Kurikulum Pesantren
- Untuk memahami bagaimana penerapan Manajemen Kurikulum Pesantren.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pendahuluan
Kurikulum merupakan alat yang sangat
penting dalam keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa adanya kurikulum yang
baikdan tepat maka akan sulit dalam mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang
telah dicita-citakan oleh suatu lembaga pendidikan, baik formal atau informal
maupun non formal. Karena segala sesuatu harus ada manajemennya bila ingin
menghasilkan sesuatu yang baik, sesuai dengan yang diharapkan.
Pondok pesantren merupakan lembaga
pendidikan tertua yang berfungsi sebagai salah satu benteng pertahanan ummat
Islam, pusat dakwah dan pusat pengembangan masyarakat muslim di Indonesia.
Istilah pondok pesantren pertama kali dikenal di jawa. [1]
Dimana krikulum senantiasa mengalami
perubahan, perbaikan dan pembaharuan. Di Indonesia telah tercata dalam sejarah
pendidikannya telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum seiring
perubahan dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Disamping kurikulum formal dan
informal terdapat juga kurikulum tersembunyi. Dimana kuriulum ini antara lain
berupa aturan-aturan yang tidak tertulis yang tetunya kurikulum ini bisa
berkonotasi positif maupun negatif.
Apabila hal ini dikaitkkan dengan
pesantren sebagai lembaga pendidikan bahwa konsep yang digunakan dalam pondok
pesantren tidak hanya mengacu pada pengertian kurikulum sebagai materi saja,
melainkan jauh lebih luas dari pada itu, yakni menyangkut keseluruhan
pengalaman belajar santri yang masih berada dalam lingkup koordinasi pondok
atau pesantren. Termasuk didalamnya
sistem pendidikan dan pengajaran yang berlaku di pesantren, yang mana perlu
diadakan suatu rekontruksi sesuai dengan tuntutan masyarakat dan jaman.
Sehingga misi dan cita-cita pondok pesantren dapat berpera dalam pembangunan
masyarakat.[2]
Salah satu keuikan pondok pesantren
adalah independensinya yang kuat, dimana masyarakat memiliki keleluasan dan
kebebasan relatif yang tidak harus memihak atau mengikuti model baku yang
ditetapkan oleh pemerintah dlam bidang pendidikan. Pesantren bebas
mengembangkan pendidikannya tanpa harus mengikuti standarisasi dan kurikulum
yang ketat.
- Pengertian Manajemen Kurikulum Pesantren
Sebelum kita mendalami tentang
pengertian manajemen kurikulum yang ada di pesantren, disini kami akan
menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian manajemen, pengertian
kurikulum, dan pengertian pesantren. Dengan tujuan agar kita lebih memahami dan
mendalami serta bisa mengasah lebih dalam lagi tentang materi manajemen
kurikulum pesantren.
Sebagaimana kita telah ketahui tentang
pengertian manajemen, bahwasanya manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan
terhadap suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan secara
efektif dan efisien.
Kurikulum adalah perangkat mata
pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan
kepada pesrta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Dalam definisi lain
mengatakan kurikulum adalah suatu kegiatan pelaksanaan siswa baik di dalam
kelas atau di luar kelas. Kurikulum adalah sejumlah matei pelajaran yang harus
ditempuh dalam suatu mata pelajaran atau disiplin ilmu tertentu, seperti
kurikulum Pendidikan Bahasa Arab, Kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris, dan Ilmu
Pengetahuan Sosial. Kurikulum juga diartikan sebagai garis-garis besar materi yang
harus dipelajari oleh siswa disekolah untuk mencapai tingkat tertentu, atau
sejumlah pelajaran dan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dibawah
bimbingan dan pengawasan sekolah atau lembaga lainnya.[3]
Pesantren adalah sebuah pendidikan baik
itu tradisional atau modern yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di
bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai
asrama (ponduk) untuk tempat tinggal dimana santri itu menginap.[4]
Mengenai pengertian dari manajemen
kurikulum pesantren adalah segenap
proses usaha bersama untuk memperl ancar pencapaian tujuan pengajaran dengan
titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar
dikalangan siswa atau santri. Sedangkan
kurikulum itu mempunyai dua arti yaitu, sempit dan luas. Kurkulum dalam arti
sempit adalah jadwal pelajaran atau semua pelajaran baik itu teori maupu
praktek yang diberikan kepada siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan
tertentu. Sedangkan dalam arti luas kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional
serta kesesuaian dengan ke khasan, kondisi dan potensi daerah satuan pendidikan
dan peserta didik. oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan
untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan potensi yang
ada di daerah.[5]
- Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum Pesantren
Untuk menghasilkan lulusan yang mempuyai
kompetensi yang disebutkan dalam tujuan kurikulum pendidikan Agama Islam
(menjaga akidah dan ketakwaan, menjadikan landasan untuk lebih rajin
mempelajari ilmu agama, mendorong anak didik lebih kreatif, dan menjadi
landasan perilaku dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.[6]
Maka isi materi kurikulum yang berada
didalam pendidikan agana Islam harus didasarkan dan dikembangkan dari dua
sumber pokok. Yaitu Al-quran dan sunnah Nabi Muhammad. Disamping itu, materi
pendidikan agama Islam juga diperkaya dengan hasil istimbat dan ijtihad para
ulamak, sehingga ajaran-ajaran pokok yang bersifat umum, lebih rinci dan
mendetail.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam
mewujudkan keharmonisan, keserasian, dan keseimbangan antara lain:
- Hubungan manusia dengan sang kholik
- Hubungan manusia dengan manusia
- Hubungan manusia dengan mahluk lain
- Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
Keempat hubungan tersebut tercakup dalam
kurikulum pendidikan Islam yang tersusun dalam beberapa mata pelajaran: Akidah
Akhlak, Fiqh, Al-quran Hadist, SKI, dan Bahasa Arab. Mata pelajaran tersebut
merupakan ruang lingkup pendidikan Agama Islam yang disajikan pada
sekolah-sekolah yang berciri khas agama islam atau madrasah, sementara ruang
lingkup pendidikan agama Islam pada sekolah-sekolah umum adalah mata pelajaran
pendidikan agama islam yang bentuk kurikulumnya Broad Field atau in one
system.
Dan sedangkan lembaga pondok pesantren
tentu tentu lebih banyak lagi mata
pelajaran, umumnya kurikulum pendidikan agama islam pada pondok
pesantren terdiri dari mata pelajaran yang terpisah-pisah (sparated subject curriculum), seperti: tauhhid,
tajwid, fiqh, ushul fiqh, ilmu hadist, ilmu nahwu sharraf, dan lain-lain.[7]
- Fungsi Manajemen Kurikulum Pesantren
Secara umum fungsi kurikulum adalah
sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya kearah
tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala
aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah termasuk guru dan sarana
prasarana lainnya. Sebagai program belajar bagi siswa disusun secara sistematis
dan logis diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai
progran belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.
Menurut Alexander Ilnglis fungsi
kurikulum meliputi:
- Fungsi penyesuaian, karena individu hidup dalam lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis.
- Fungsi integrasi, kurikulum berfungsi mmendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Oleh karenna individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
- Fungsi deferensiasi, kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong orangberfikir kritis dan kreatif, dan ini akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
- Fungsi persiapan, kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjutuntuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun kemasyarakat.
- Fungsi pemilihan, antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya.
- Fungsi Diasnigtik, salah satu pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh seorang peserta didik.
- Implemenntasi Manajemen Kurikulum Pesantren
Ada banyak pesantren modern yang
menerapkan manajemen kurikulum dalam proses belajar menagajar, atau pendidikan
di dalam pesantren itu sendiri, namun bagi pesantren yang mengikuti pola salaf
(tradisional), mungkin dirumuskan secara baik. Kurikulum pesantren salaf yang
statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal hanya mempelajari kitab-kitab
klasik yang meliputi ilmu tauhid, tafsir, hadist, fiqh, tasawwuf, bahasa arab
(nahwu sorrof, balaghah dan tajwid), mantik dan akhlak. Pelakksanaan kurikulum
pendidikan pesantren ini berdasrkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau
masalah yang dibahas dalam kitab. Jadi, ada tingkat awal, menengah dan tingkat
lanjutan. Gambaran naskah yang harus dibaca dan dipelajari oleh santri. Menurut
Zamakhsyari Dhofier mencakup kelompok “nahwu dan sharraf, tafsir, hadist, tauhid,
dan cabang-cabang yang lainnya seperti tarikh dan balaghah.[8]
Adapun karakteristik kurikulum yang ada
pada pondok pesantren modern, mulai diadaptasikan dengan kurikulum pendidikan
islam yang disponsori oleh Departemen Agama melalui sekolah formal (madrasah).
Kurikulum khusus pesantren dialokasikan dalam muatan lokal atau diterapkan melalui
kebijakan sendiri.
Gambaran kurikulum lainnya adalah pada
pembagian waktu belajar, yaitu mereka belajar keilmuan sesuai dengan kurikulum
yang ada diperguruan tinggi (sekolah) pada waktu-waktu kuliah. Waktu selebihnya
dengan jam pelajaran yang padat dari pagi sampai malam untuk mengkaji ilmu
islam khas pesantren (pengajian kitab klasik). Fenomena pesantren sekarang yang
mengadopsi pengetahuan umum untuk para santrinya, tetapi masih tetap
mempertahankan pengajaran kitab-kitab klasik merupakan upaya untuk menuruskan
tujuan utama lembaga pendidikan tersebut, yaitu pendidikan calon ulama yang
setia pada paham islam tradisional.
Kurikulum pendidikan pesantren modern merupakan
perpaduan antaran pesantren salaf dan sekolah umum. Diharapkan akan memunculkan
output pesantren yang berkualitas yang tercermin dalam sikap aspiratif,
progresif dan tidak ortodoks, sehingga santri bisa secara beradaptasi dalam
setiap bentuk perubahan peradaban dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat
karena mereka bukan golongan eksklusif dan memiliki kemampuan yang siap pakai.[9]
- Hasil Observasi Di Pondok Pesantren Miftahul Qulub Polagen
- BiodataYayasan : Ponpes Miftahul Qulub Polagan
Ketua
yayasan : KH.ABD MANNAN
Ketua
pondok : MOH ZAINI Sp.d
- Hasil Observasi
Berdasarkan hasil Observasi yang
kami lakukan di Ponpes Miftahul Qulub Polagan Pamekasan, dengan ketua pondok
Moh. Zaini Sp.d. beliau mengatakan bahwasannya yang berperan dalam pembentukan
kurikulum adalah kiai, karena kiai disini yang mepunyai wewenang untuk
merancang susunan kurikulum yang ada di pondok pesantren.
Manajemen kurikulum pesantren
pegelolaan tentang seluruh aktifitas yang berkenaan dengan para santri yang ada
di pondok kami, yang mana kurikulum dipersantren dikelola agar mencipatakan
suasana santri yang mudah diarahkan kearah ranah yang lebih baik dan sempurna. Tidak mudah
dalam menjalankan kurikulum pesantren, terkadang sulit mengarahkan para santri
untuk melakukan semua kegiatan seperti yang telah tersusun terlebih dahulu, karena
para santri harus menyesuaikan dengan kurikulum yang ada di pesantren kami.
Adanya
pengelolaan kurikulum agar apa yang menjadi cita-cita kami sebagai transfer of
knowligh tercapai dengan baik dengan
pengelolaan kurikulum ini diharapkan terciptanya lingkungan pesentren sebagai
tempat yang mengenangkan dan tidak menbosannkan, dengan harapan besar kurikulum
yang ada di pesantren kami menjadi ”Agen Of Change” terhadap para santri kami
dan masyarakat sekitar. Maka dari itu kami merancang kurikulum pesantren ini
agar dapat menciptakan para santri yang ada dipesantren yang lebih baik karena
dengan adanya kurikulum ini dapat melatih dan mencetak para santri yang insan,
dengan adanya pengelolaan kurikulum ini kami dapat melatih para santri kami untuk disiplin
baik ubudiyahnya atau disiplin waktu dalam mengerjakan segala
sesuatunya.
Karena
dengan terciptanya kedisiplinan atau ke istqomaan dalam segala hal dapat
mendorong para dan membantu para santri kami mencapai keinginan duniawi dan
uhkrowinya, dan dengan adanya kurikulum tersebut segala kegiatan khusunya yang
ada dipesantren kami berjalan dengan efektif dan efesien. Adapun ruang lingkup
manajemen pesantren ini. Merencanakan, mengelola dan menggunakan sumber daya
baik itu sumber daya manusia (SDM) atau sumber daya alam (SDA) secara efektif
dan efesien untuk tujuan pengembangan, kemajuan kualitas proses dan hasil
pendidikan di pesantren kami dan segala hal yang mejadi aktivitas para santri
kami karena manajemen kurikulum ini merupakan koordinasi segala kegiatan dalam
pesantren kami, kami dalam manajemen kurikulum ini tidak pernah lupa agar
menyertakan banyak pengurus pondok, ustad, para santri, dan masyarakat sekitar.
Karena dengan dikontrolnya semua pihak tersebut bisa melaksanakan kurikulum yang
ada pada pesantren kami.

Keterangan
:
03,30-04:30
santri diwajibkan bangun dan mandi untuk
persiapan berjamaah subuh, sambil lalu menunggu imam datang maka semua
santri membaca shalawat nariyah sampai imam datang (kyai). 04:30-05:00
berjamaah shoalat subuh, setelah berjamaah tepatnya pada jam 05:00-06:30 para
santri dimelakukan pengajian alquran di masjid dan adapula yang di surau.
karena setiap tingkatan itu berbeda. Adapun untuk kelas sifir sampai kelas 4
awwaliyah mengaji alquran di masjid. Sedangkan untuk kelas 1 wustho keatas itu
mengikuti kajian tafsir alquran yaitu tafsir aljalalain yang diisi langsung
oleh kiai. Setelah kajian tafsir selesai maka semua santri berkumpul lagi di
masjid untuk mengikuti kajian hadits bersama kiai. Dan setelah kajian hadits,
semua santri di wajibkan untuk sholat dhuha bersama. Khusus hari jumat dan
selasa diisi dengan istiwasah dan ngaji yasin bejam rsama. Setelah jam
06:55-12:40 santri masing-masing mengikuti pembelajarn masing. 12:40-15:30 para
santri diharuskan hadir kemasjid untuk melaksanakan sholat duhur berjamaan
sekaligus isoma. Setelah jam 16:00-16:30 santri diharuskan stembai di masjid
untuk melakukan sholat berjamaah ashar, pada 17:00-17:35 persiapan sholat
maghrib sampai jam 17:35-18:10 sholat berjamaah magrib dilanjut dengan tadarus dan pengkajian kitab
di surau sampai pada waktunya sholat berjamaah isyak pada jam 19:10-19:30, dialanjut
dengan pengkajian kitap secara khusus dan sesuai dengan tingkatannya pada jam
19:45-21:30 dan istirahat sampai jam 21:45, dan dialanjut dengan diskusi
bersama, dilanjut dengan isoma dan piket malam atau ronda di pintu masuk sampai
jam 03:30. adapun sanksi bagi para santri yang melanggar maka akan dikenakan
sanksi.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
manajemen adalah suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap suatu kegiatan untuk mencapai tujuan
yang kita inginkan secara efektif dan efisien.
Kurikulum adalah perangkat mata
pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan
kepada pesrta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Manajemen kurikulum pesantren
adalah segenap proses usaha bersama
untuk memperl ancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha
meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar dikalangan siswa atau santri. Sedangkan kurikulum itu
mempunyai dua arti yaitu, sempit dan luas. Kurkulum dalam arti sempit adalah
jadwal pelajaran atau semua pelajaran baik itu teori maupu praktek yang
diberikan kepada siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu.
Untuk menghasilkan lulusan yang mempuyai
kompetensi yang disebutkan dalam tujuan kurikulum pendidikan Agama Islam
(menjaga akidah dan ketakwaan, menjadikan landasan untuk lebih rajin
mempelajari ilmu agama, mendorong anak didik lebih kreatif, dan menjadi
landasan perilaku dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat
Secara umum fungsi kurikulum adalah
sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya kearah
tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala
aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah termasuk guru dan sarana
prasarana lainnya. Sebagai program belajar bagi siswa disusun secara sistematis
dan logis diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai
progran belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.
Ada banyak pesantren modern yang
menerapkan manajemen kurikulum dalam proses belajar menagajar, atau pendidikan
di dalam pesantren itu sendiri, namun bagi pesantren yang mengikuti pola salaf
(tradisional), mungkin dirumuskan secara baik. Kurikulum pesantren salaf yang
statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal hanya mempelajari kitab-kitab
klasik yang meliputi ilmu tauhid, tafsir, hadist, fiqh, tasawwuf, bahasa arab
(nahwu sorrof, balaghah dan tajwid), mantik dan akhlak. Pelakksanaan kurikulum
pendidikan pesantren ini berdasrkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau
masalah yang dibahas dalam kitab.
Pesantren adalah sebuah pendidikan baik
itu tradisional atau modern yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di
bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai
asrama (pondhuk) untuk tempat tinggal dimana santri itu menginap.
- Saran
Kami sebagai
pemakalah mohon maaf apabila dalam makalah ini terdapat kekeliruan baik itu dalam penulisan atau
penyusunan. bahwasanya kami menyadari dalam penyusunan makalah ini, jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, kami selaku penyusun, sangat mengharapkan saran
dan kritikannya kepada para pembaca, segenap mahasiswa dan terutama kepada
Dosen pengampu yang sifatnya membangun, supaya kami bisa terus berkembang lebih
baik lagi. Kami sebagai pemakalah ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Dhofier. Zamakhsyari Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES Cet2,
1994.
Dulai, Hidar Putra. Historisitas dan Eksistensi Pesantren,
Sekolah dan Madrasah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001.
Hamdan, H. Pengembangan dan Pembinaan Kurikulum PAI. Banjarmasin: FKPI2, 2009.
Muslam. Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis. Semarang: FKPI2,
2008.
Yasmadi. Modernisasi Pesantren. Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Zaini, Muhammad. Pengembangan Kurikulum. Yogyakarta,
Teras Komplek Polri Gowok, 2009.
[1] Hidar Putra Dulai, Historisitas dan Eksistensi Pesantren,
Sekolah dan Madrasah, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001), hlm. 11
[2] Yasmadi, Modernisasi Pesantren, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 78
[3] Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta,
Teras Komplek Polri Gowok, 2009), hlm. 2
[4] Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren (Jakarta: LP3ES, Cet2,
1994), hlm. 18
[5] Yasmadi, Modernisasi Pesantren, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 62
[6] H. Hamdan, Pengembangan dan Pembinaan Kurikulum PAI, (Banjarmasin: FKPI2,
2009), hlm. 40
[7] Ibid., hlm. 41-42
[8] Muslam, Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis (Semarang: FKPI2,
2008), hlm. 64
[9] Ibid., hlm. 67
Tidak ada komentar:
Posting Komentar